Tulang
Osteoporosis
Penyebab: Berkurangnya massa tulang (khususnya kalsium) dalam waktu lama.
Tulang menjadi tipis, rapuh, dan keropos sehingga mudah patah. Komplikasi serius yang sering terjadi adalah patah tulang.
Tulang
Patah tulang (fraktura)
Penyebab: Benturan atau beban berlebih pada tulang.
Patah dapat sebagian atau seluruhnya: fraktura batang hijau (patah sebagian, umum pada anak-anak), patah sederhana (tulang retak dua bagian tanpa menembus kulit), dan patah tulang terbuka (ujung tulang menyobek kulit dan mudah terinfeksi).
Tulang
Rakitis
Penyebab: Kekurangan vitamin D dan kalsium pada makanan.
Pertumbuhan dan pembentukan tulang tidak sempurna sehingga kaki melengkung menyerupai huruf O atau X.
Tulang
Skoliosis
Penyebab: Kelainan pertumbuhan tulang belakang; dapat kongenital sejak lahir.
Tulang belakang melengkung ke samping. Penyangga tulang belakang (brace) sejak dini dapat mencegah perburukannya selama masa pertumbuhan.
Sendi
Keseleo
Penyebab: Ligamen dan tendon di sekitar sendi terenggut.
Kecelakaan sendi yang paling umum. Pada keseleo hebat, jaringan tersebut dapat robek. Terjadi di daerah sendi dan ligamen akibat tarikan yang tiba-tiba dan kuat.
Sendi
Dislokasi
Penyebab: Ujung tulang tertarik keluar sendi; ligamen terenggut dan sobek.
Tulang keluar dari posisi sendinya. Perlu penanganan untuk mengembalikan posisi tulang.
Sendi
Bursitis
Penyebab: Peradangan pada bursae — kantung kecil di dekat sendi.
Bursae terletak di antara tendon atau antara tendon dan tulang; tanpa kantung ini tendon akan bergesekan. Peradangan menimbulkan rasa sakit.
Sendi
Artritis
Penyebab: Peradangan pada sendi.
Ditandai pembengkakan dan pengembangan jaringan di sekitar sendi; sendi menjadi kaku dan terjadi kerusakan tetap karena robeknya jaringan sendi.
Otot
Atrofi otot
Penyebab: Otot mengecil atau kehilangan kemampuan berkontraksi.
Penurunan fungsi otot, misalnya pada kelumpuhan.
Otot
Distrofi otot
Penyebab: Diduga penyakit genetis.
Penyakit kronis pada otot anak-anak.
Otot
Hipertrofi otot
Penyebab: Otot sering digunakan.
Otot menjadi lebih besar dan lebih kuat — misalnya pada binaragawan. (Bukan penyakit, tetapi kelainan ukuran otot.)
Otot
Hernia abdominal
Penyebab: Dinding otot abdominal sobek.
Usus melorot masuk ke rongga perut.
Otot
Kram / kejang otot
Penyebab: Kejang otot — bisa saat cuaca dingin, aktivitas berat, atau ketidakseimbangan air dan ion.
Otot tiba-tiba berkontraksi sangat kuat sehingga terasa sakit.
Otot
Tetanus
Penyebab: Infeksi bakteri tetanus.
Otot menjadi kejang karena bakteri tetanus.
Otot
Nyeri otot
Penyebab: Pembengkakan jaringan penghubung otot.
Jaringan yang membengkak menekan ujung saraf dan pembuluh darah sehingga aliran darah terhambat dan timbul nyeri. Sering kambuh saat cuaca dingin; diringankan dengan pijat dan menghangatkan badan. Biasanya diderita usia lanjut.
Otot
Polio
Penyebab: Infeksi virus pada saraf yang mengendalikan gerakan otot rangka.
Penderita dapat menjadi lumpuh. Dapat dicegah dengan imunisasi polio pada bayi.
Otot
Sawan (kejang)
Penyebab: Gangguan pada otak.
Kontraksi beberapa kelompok otot yang tidak terkoordinasi.